8 Desember 2009

ENZIM MIKROBA

Posted in Mikrobiologi Umum tagged , , pada 18:09 oleh Andi Rezki Ferawati Yusuf

RESUME MIKROBIOLOGI
ENZIM MIKROBA

Oleh:

NAMA : A. REZKI FERAWATI
NIM : 60300107014

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2009

Enzim merupakan senyawa protein yang berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sistem biologi (makhluk hidup). Oleh karena itu enzim sering disebut biokatalisator. Katalisator adalah suatu zat yang mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak mengubah keseimbangan reaksi atau tidak mempengaruhi hasil akhir reaksi.
1. KOMPONEN ENZIM
Enzim (Biokatalisator) adalah senyawa protein sederhana maupun protein kompleks yang bertindak sebagai katalisator spesifik. Enzim yang tersusun dari protein sederhana jika diuraikan hanya tersusun atas asam amino saja, misalnya pepsin, tripsin, dan kemitripsin. Sementara itu enzim yang berupa protein kompleks bila diuraikan tersusun atas asam amino dan komponen lain.
Enzim lengkap disebut dengan holoenzim, terdiri atas komponen protein (apoenzim yang mudah mengalami denaturasi oleh pemanasan dengan suhu tinggi) dan komponen nonprotein (berupa komponen organik dan anorganik). Komponen organik yang terikat kuat oleh protein enzim disebut gugus prostetik, sedangkn komponen anorganik yang terikat lemah disebut koenzim.

2. SIFAT-SIFAT ENZIM
Secara ringkas sift-sifat enzim adalah:
a. Enzim merupakan biokatalisator
Enzim dalam jumlah sedikit saja dapat mempercepat reaksi beribu-ribu kali lipat, tetpi ia sendiri tidak ikut bereaksi.
b. Enzim bekerja secara spesifik
Enzim tidak dapat bekerja pada semua substrat, tetapi hanya bekerja pada substrat tertentu saja.
c. Enzim berupa koloid
Enzim adalah protein sehingga dalam larutan enzim membentuk suatu koloid. Hal ini menambah luas bidang permukaan enzim sehingga aktivitasnya lebih besar.
d. Enzim dapat bereaksi dengan substrat asam maupun basa
Sisi aktif enzim mempunyai gugus R residu asam amino spesifik yang merupakan pemberi atau penerima protein yang sesuai.
e. Enzim bersifat termolabil
Enzim bekerja pada suhu yang optimum. Jika suhu rendah, kerja enzim akan lambat, sebaliknya jika suhu terllu tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.
f. Kerja enzim bersifat reversibel
Enzim tidak dapat menentukan arah reaksi, tetapi hanya mempercepat laju reaksi mencapai kesetimbangan. Misalnya enzim lipase dapat mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, sebaliknya enzim juga dapat mengubah asam lemak dan gliserol menjadi lemak.

3. CARA KERJA ENZIM
Beberapa teori menjelaskan tentang cara kerja enzim:
a. Teori gembok dan kunci (Lock and Key Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Fischer (1898). Enzim diumpamakan sebagai gembok yang mempunyai bagian kecil dan dapat mengikat substrat. Bagian enzim yang dapat berikatan dengan substrat disebut sisi aktif. Substrat diumpamakan kunci yang dapat berikatan dengan sisi aktif enzim.
b. Teori ketepatan induksi (Induced Fit Theory)
Sisi aktif enzim bersifat fleksibel sehingga dapat berubah bentuk menyesuaikan bentuk substrat.

4. PENGGOLONGAN ENZIM
a. Berdasarkan tempat bekerjanya
1. Endoenzim
Endoenzim disebut juga enzim intersesluluer, yaitu enzim yeng bekerja di dalam sel. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pembentukan ATP yang berguna untuk proses kehidupan sel.
2. Eksoenzim
Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya diluar sel. Umumnya berfungsi untuk mencernakan substrat secara hidrolisis, untuk dijadikan molekul yang lebih sederhana dengan BM lebih rendah sehingga dapat masuk melewati membran sel.
b. Berdasarkan daya katalisis
1. Oksidoreduktase
Enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron, hidrogen atau oksigen. Sebagai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidrogen perokksidase (kalatase).
2. Transferase
Transferase mengkatalisis pemindahan gugus molekul dari suatu molekul ke molekul lain. Sebagai contoh adalah beberapa enzim sebagai berikut:
• Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugus amina.
• Transfosforilase adalah tranferase yang memindahkan gugus fosfat.
• Transasilase adalah transferase yang memindahkan gugus asil.
3. Hidrolase
Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh enzim adalah:
• Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil.
• Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).
• Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.
4. Liase
Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis.
5. Isomerase
Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerase.
6. Ligase
Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat.
7. Enzim lain dengan tata nama beda
Ada bebrapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya enzim pepsin, triosin, dan sebagainya serta enzim yang termasuk enzim permease (enzim yang berperan dalam menetukan sifat selektif permiabel dari membran sel).
c. Berdasarkan cara terbentuknya
1. Enzim konstitutif
Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan bagian dari susunan sel normal, sehingga enzim tersebut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipengaruhi kadar substratnya, misalnya enzim amilase. Sedangkan enzim-enzim yang berperan dalam proses respirasi jumlahnya tidak dipengaruhi oleh kadar substratnya.
2. Enzim adaptif
Enzim adaptif adalah enzim yang pembentukannya dirangsang oleh adanya substrat.

5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK
a. Substrat (reaktan)
Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi oleh kadar substrat. Penambahan kadar substrat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap, akan mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum.
b. Suhu
Kenaikan suhu yang optimum akan diikuti pula oleh kenikan kecepatan reaksi enzimatik. Umumnya enzim mengalami kerusakan pada suhu diatas 50°C.
c. Keasaman (pH)
Daya katalisis enzim menjadi lebih rendah pada pH rendah maupun tinggi, karena terjadinya denaturasi protein enzim. Enzim memiliki gugus aktif yang bermuatan (+) dan (-). Aktifitas enzim akan optimum kalau terdapat keseimbangan antara kedua muatannya.
d. Penghambat enzim (Inhibitor)
1. Penghambat bersaing (kompetitif)
Pada penghambatan ini, zat-zat penghambat mempunyai struktur mirip dengan struktur substrat. Dengan demikian zat penghambat dengan substrat saling berebut (bersaing) untuk bergabung dengan sisi aktif enzim.
2. Penghambat tidak bersaing (non-kompetitif)
Penghambatan ini dipicu oleh terikatnya zat penghambat pada sisi alosterik sehingga sisi aktif enzim berubah. Akibatnya, substrat tidak dapat berikatan dengan enzim untuk membentuk kompleks enzim-substrat.
3. Penghambat umpan balik
Hasil akhir (produk) suatu reaksi dapat menghambat bekerjanya enzim. Akibatnya, reaksi kimia akan berjalan lambat. Apabila produk disingkirkan , reaksi akan berjalan lagi.
4. Penghambat represor
Represor adalah hasil akhir suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pembentukan enzim-enzim pada reaksi sebelumnya.
5. Penghambat alosterik
Pada penghambatan alosterik, molekul zat penghambat tidak berikatan pada sisi aktif enzim, melainkan berikatan pada sisi alosterik. Akibat penghambatan ini sisi aktif enzim menjadi tidak aktif karena telah mengalami perubahan bentuk.
e. Aktivator (penggiat) atau kofaktor
Aktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semula belum aktif. Enzim yang belum aktif disebut enzim pre-enzim atau zymogen (simogen). Kofaktor dapat berbentuk ion-ion dari unsur H, Fe, Mg, Mo, Zn, Co, atau berupa koenzim, vitamin, dan enzim lain.
f. Penginduksi
Induktor adalah suatu substrat yang dapat merangsang pembentukan enzim. Sebagai contoh adalah laktosa dapat menginduksi pembentukan enzim beta galaktosidase.

Iklan

2 Komentar »

  1. three said,

    makaseh.. aq jd bsa nyelesain tgas biologi qu neh..
    menurut aq seh lengkap, tapi yg ga da cma enzim matis doang dc…

  2. intan said,

    trus lipase adalah hidrolase


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: