8 Desember 2009

Laporan Praktikum “Fermentasi”

Ditulis dalam Fisiologi Tumbuhan pada 19:43 oleh Andi Rezki Ferawati Yusuf

BAB I
PENDAHULUAN

Katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Penguraian suatu senyawa dapat menghasilkan energi. Energi berasal dari terlepasnya ikatan-ikatan kimia yang menyusun suatu persenyawaan. Semakin kompleks persenyawaan kimia itu, semakin banyak ikatan kimia yang menyusunnya dan akan semakin besar energi yang dilepaskan. Akan tetapi energi itu tidak dapat digunakan secara langsung oleh sel. Energi tersebut diubah terlebih dahulu menjadi persenyawaan ATP yang dapat digunakan oleh sel sebagai sumber energi terpakai. Contoh katabolisme adalah adalah proses pernapasan sel atau respirasi.
Respirasi adalah proses penguraian bahan makanan yang menghasilkan energi. Respirasi dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob, yaitu respirasi yang menggunakan oksigen bebas untuk mendapatkan energi, dan respirasi anaerob, yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energi. Bahan baku respirasi adalah karbohidrat, asam lemak atau protein. Hasil respirasi berupa CO2, air dan energi dalam bentuk ATP.
Salah satu contoh respirasi anaerob yaitu fermentasi. Fermentasi ini dilakukan oleh-oleh sel-sel ragi terhadap glukosa yang kemudian menghasilkan CO2 dan energi, dan untuk membuktikan bahwa pada proses fermentasi yang dilakukan oleh sel-sel ragi terhadap glukosa akan menghasilkan karbondioksida dan energi, maka dilakukanlah percobaan ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu syarat untuk mempertahankan hidup adalah penyediaan energi yang sinambung. Energi ini diperoleh dengan cara menyadap energi kimia yang terbentuk dalam molekul organik yang disintesis oleh fotosintesis. Proses pelepasan energi yang menyediakan energi bagi keperluan sel itu dikenal dengan istilah proses respirasi (Loveless, 1991).
Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi (Anonim, 2009).
Berdasarkan peran oksigen, dikenal dua macam respirasi, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob (fermentasi). Umumnya respirasi aerob mempunyai tahap-tahap reaksi, mulai dari awal sampai akhir berturut-turut ialah: glikolisis, pembentukan asetil coenzim A (Asetil CoA), siklus krebs dan sistem transport elektron (Soedirokoesoemo, 1993).
Fermentasi adalah proses penghasil energi utama dari berbagai mikroorganisme. Mikroorganisme seperti itu disebut anaeroob, karena mereka mampu hidup dan memecah senyawa organik tanpa oksigen. Beberapa dari organisme tersebut akan mati jika didedahkan dengan oksigen. Dalam hal ini mereka disebut anaerob obligat (Sasmitamihardja, 1996).
Reaksi keseluruhan fermentasi adalah:
C6H12O6 (glukosa) 2CH3−CH2OH (etanol) + 2CO3 (karbohidrat)
Ini berarti, satu molekul glukosa diubah menjadi dua molekul etanol dan dua molekul karbondioksida. Fermentasi seperti glikolisis, adalah serangkaian reaksi yang terjadi tanpa oksigen. Antara proses fermentasi dan proses glikolisis hanya sedikit sekali perbedaannya; sebagian besar reaksi antara terdapat pada kedua jalur (Sasmitamihardja, 1996).
Menurut Soedirokoesoemo (1993), faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju respirasi dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu:
1. Faktor dalam (faktor internal), terdiri atas:
a. Faktor protoplasmik
Laju respirasi sangat dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas dari protoplasma yang ada di dalam sel. Kuantitas dan kualitas protoplasma di dalam sel sangat bergantung kepada umur sel
b. Konsentrasi substrat respirasi tersedia
Laju respirasi sangat tergantung pada konsentrasi substrat respirasi yang tersedia. Semakin banyak substrat respirasi yang tersedia di dalam sel semakin cepat laju respirasinya.
2. Faktor luar (faktor eksternal), terdiri atas:
a. Temperatur
b. Cahaya
c. Konsentrasi oksigen di udara
d. Konsentrasi karbondioksida
e. Tersedianya air
f. Luka
g. Beberapa senyawa kimia
h. Perlakuan mekanik
Secara lebih rinci mengenai fermentasi yang berlangsung pada tumbuhan hidup dapat ditelusuri pada publikasi-publikasi yang berhubungan dengan tanggapan tanaman terhadap kondisi hipoksida atau anoksida, baik yang terjadi secara alami, misalnya karena penggenangan atau yang dirancang untuk penelitian dengan menggunakan gas nitrogen sebagai pengganti udara normal untuk menjamin ketersediaan oksigen (Lakitan, 2007).

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini yaitu diadakan pada:
Hari/tanggal : Selasa/16 Juni 2009
Waktu : Pukul 14.00 s.d. 16.00 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi Gedung B Lt. III
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Alauddin Makassar
Samata Gowa.

B. Alat dan Bahan
1. Alat
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu, tabung reaksi, rak tabung reaksi, timbangan, watch glass, gelas ukur 10 ml, thermometer batang, pipet, kaki tiga dan kasa, balon karet, sedotan plastik, dan karet gelang.
2. Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu Yeast, glukosa, air kapur dan akuadest.

C. Cara Kerja
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Menyediakan 6 tabung reaksi kemudian memberi kode A1, B1, C1, dan A2B2C2.
2. Membuat larutan yeast 20% dan larutan glukosa 20%.
3. Mengisi tabung A1 dengan 6 ml larutan yeast 20%.
4. Mengisi tabung B1 dengan 6 ml larutan glukosa 20%.
5. Mengisi tabung C1 dengan 3 ml larutan yeast 20% dan 3 ml larutan glukosa 20%, kemudian mengocok perlahan-lahan. Memasangkan balon karet pada masing-masing mulut tabung A1, B1, C1 kemudian mengikatnya dengan karet gelang.
6. Memasukkan tabung A1, B1, C1 tersebut ke dalam penangas air dingin dengan suhu 37°C dan menunggunya sampai 3 menit. Mengamati perubahan yang terjadi.
7. Memasukkan air kapur ke dalam 3 tabung reaksi yang lain dan memberi kode A2, B2, C2.
8. Melepaskan balon karet dari mulut tabung reaksi, kemudian menghembuskan gas ke dalam air kapur tersebut dengan bantuan sedotan plastik. Mengamati perubahan yang terjadi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
• Saat dimasukkan dalam penangas air
Tabung Perubahan yang terjadi
A1 (larutan glukosa 20 %)

B1 (larutan yeast 20%)

C1 (larutan glukosa 20% + larutan yeast 20%) Sedikit gelembung udara, tidak mengembang.
Sedikit gelembung udara, tidak mengembang
Banyak gelembung udara, mengembang
• Saat dihembuskan ke dalam larutan air kapur
Tabung Perubahan yang terjadi
A2 (larutan glukosa 20 %)
B2 (larutan yeast 20%)
C2 (larutan glukosa 20% + larutan yeast 20%) Jernih, tidak ada gelembung udara
Keruh, sedikit gelembung udara
Keruh, banyak gelembung udara

B. Pembahasan
Fermentasi merupakan salah satu peristiwa dalam katabolisme. Sebagai bahan dasarnya adalah karbohidrat yang akan diubah menjadi karbondioksida dan energi. Dalam peristiwa ini, sel-sel ragi memegang peranan penting pada proses perubahan alkohol menjadi karbondioksida dan energi, proses pembuatan alkohol oleh mikroorganisme dan hasil akhirnya disebut fermentasi alkohol.
Pada pengamatan ini digunakan tiga larutan untuk kegiatan I yaitu tabung A1 (larutan glukosa 20 %), tabung B1 (larutan yeast 20%), dan tabung C1 (larutan glukosa 20% + larutan yeast 20%). Adapun hasil pengamatan yang diperoleh setelah ketiga tabung tersebut dimasukkan ke dalam penangas air selama kurang lebih 37°C adalah, pada tabung A1 (larutan glukosa 20 %) ditemukan adanya sedikit gelembung udara dan tidak mengembang, untuk tabung B1 (larutan yeast 20%) didapatkan hasil yang sama dengan tabung A1 yaitu sedikit gelembung udara dan tidak mengembang. Sedangkan untuk tabung C1 (larutan glukosa 20% + larutan yeast 20%) didapatkan hasil yaitu ditemukan banyak gelembung udara dan larutan tersebut mengembang.
Adapun untuk kegiatan II yaitu saat menghembuskan udara yang berada di dalam balon karet pada tabung A2, B2, C2 yang berisi air kapur didapatkan hasil yaitu untuk tabung A2 (dihembuskan udara yang berasal dari tabung A1), larutan air kapur tetap jernih dan tidak ditemukan adanya gelembung udara. Pada tabung B2 (dihembuskan udara yang berasal dari tabung B1), larutan air kapurnya berubah menjadi keruh dan terdapat sedikit gelembung udara. Untuk tabung C2 (dihembuskan udara yang berasal dari tabung C1), ditemukan banyak gelembung udara dan larutan air kapur menjadi keruh.
Dari hasil pengamatan tersebut, dapat diketahui bahwa adanya gelembung udara yang ditemukan pada tabung B2 dan C2 menunjukkan bahwa pada proses fermentasi yang dilakukan oleh sel ragi terhadap glukosa menghasilkan gas CO2. Pengamatan ini sesuai dengan teori bahwa fermentasi yang dilakukan oleh oleh sel ragi terhadap glukosa menghasilkan CO2 dan energi.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa adanya gelembung udara yang ditemukan pada tabung B2 dan C2 menunjukkan bahwa pada proses fermentasi yang dilakukan oleh sel-sel ragi terhadap glukosa menghasilkan gas CO2 dan energi.

B. Saran
Adapun saran yang dapat diajukan pada praktikum ini yaitu diharapkan pada setiap praktikan agar bersungguh-sungguh dalam melakukan praktikum ini agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Respirasi. http://one.indoskripsi.com/node/4672. Diakses pada hari Jumat/26 Juni 2009.
Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Loveless, A. R. 1991. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sasmitamihardja, Dardjat. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soedirokoesoemo, Wibisono. 1993. Materi Pokok Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

About these ads

4 Komentar »

  1. Rifa berkata,

    kalau bisa ada gambar alat percobaannya agar lebih jelas.,….. :D

  2. Ardhy berkata,

    terimakasih…

  3. Ardhy berkata,

    terima kasih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: